Lombok Timur (Antaranews NTB) - Tim medis di Posko Bencana Gempa, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, membentuk sistem Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang standarnya hampir sama dengan rumah sakit.

"Ada pembagian wilayahnya, zona merah artinya mengancam nyawa pasien. Jadi kami tangani dengan alat yang sebisa mungkin sangat lengkap hampir menyerupai UGD," kata dr. Anita Rahman, salah seorang anggota Tim Medis Public Service Center 119 RSUD Kota Mataram, yang bertugas di Posko Bencana Gempa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Pihaknya terus menerima pasien korban gempa bumi. Pasien yang dibawa ke posko terintegrasi di Kantor Camat Sembalun, merupakan rujukan dari posko-posko kecil di wilayah tersebut.

Menurut Anita, puncak kedatangan pasien terjadi pada Senin (30/7), karena ada proses evakuasi para pendaki dan pemandu wisata gunung.

Rata-rata kondisi pasien adalah kelelahan yang sangat. Menurut pengakuan keluarga atau warga yang membawa pasien, kondisi kelelahan tersebut disebabkan mereka kehabisan perbekalan dan mengalami dehidrasi ketika turun gunung menuju Sembalun.

"Informasi yang kami terima ada sekitar 800 orang yang turun dari gunung, sehingga waktu itu kami fokus membuat sistem IGD darurat," ujarnya.

Selain para pendaki, kata dia, ada juga empat korban gempa bumi yang dirujuk dari posko kecil dengan kondisi patah tulang. Mereka sebelumnya tidak mau dirujuk.

Dari pengakuan para pasien, mereka tidak ingin meninggalkan posko terdekat dari rumahnya.

Oleh sebab itu, pihaknya juga mengupayakan menempatkan tenda-tenda pengungsian yang lebih dalam, tidak hanya di posko terintegrasi seperti di Sembalun, dan Desa Madayin, Kecamatan Sambelia.

"Kami juga ingin membuat korban gempa merasa tetap nyaman. Kondisi sekarang ini mereka tidak nyaman seandainya pergi meninggalkan rumah terlalu jauh ke posko terintegrasi," tutur Anita.

Terkait dengan stok obat-obatan, Anita juga memastikan obat-obatan masih cukup memadai di Posko Bencana Gempa, Kecamatan Sembalun. Begitu juga dengan ketersediaan obat-obatan di posko kecil tetap diupayakan terdistribusi lancar.

Ia juga memastikan tim medis lengkap tetap siapa di posko terintegrasi. Sedangkan di posko-posko kecil akan diusahakan dengan tim medis tambahan yang bergantian setiap hari.

"Kami juga akan optimalkan tim medis dari puskesmas lain di sekitar Sembalun, untuk membantu penanganan korban gempa bumi," katanya.

Sumber :
https://mataram.antaranews.com/berita/37355/posko-gempa-sembalun-bentuk-igd-rumah-sakit