Prilaku Musyrik Capres Prabowo Di Kuburan Tidak Akan Memperjuangkan Dakwah Tauhid Dan Sunnah - Mading Indonesia

Post Top Ad

Prilaku Musyrik Capres Prabowo Di Kuburan Tidak Akan Memperjuangkan Dakwah Tauhid Dan Sunnah

Prilaku Musyrik Capres Prabowo Di Kuburan Tidak Akan Memperjuangkan Dakwah Tauhid Dan Sunnah

Share This
Sentimen agama yang muncul sejak Pilkada DKI ternyata ujung-ujungnya hanya sebagai kendaraan politik capres No urut 02 Prabowo Subianto untuk meningkatkan elektoralnya bagi sebagian umat muslim. Namun benarkah Prabowo akan benar-benar pro Islam dan umat Islam ?
Rasa-rasanya calon presiden hasil “Ijtima’ Ulama” ini semakin jauh dari nilai-nilai Islami. Selain tidak berani melayani tantangan sederhana mantan pendukungnya La Nyalla Mattalitti juga rekam jejaknya sangat jauh dari nilai-nilai Islam yang prinsip sekalipun.
Sebuah video viral menunjukkan tindak-tanduk Prabowo yang justru bisa menunjukkan kemusyrikannya. Kejadian tersebut saat ketua umum Partai Gerindra tersebut berkunjung ke makam Presiden Pertama RI Ir. Soekarno disertai putri Bung Karno Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan pendukung setianya.
Di depan pusara Bung Karno, Prabowo langsung duduk berjongkok dan bersujud. Kedua telapak tangannya disatukan dan diangkat di atas kepala sambil membungkukkan badan seperti menyembah. Prabowo lalu membungkukkan badannya sampai kepalanya menempel pada pusara Bung Karno. Dia lalu terlihat mencium pusara Bung Karno.
Prilaku tersebut langsung mengundang kecaman dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis menilai tindakan Prabowo tersebut tidak tepat. “Baiknya berdoa kpd Allah SWT utk dirinya dan kpd al Marhum, tapi tak perlu sujud di kuburan ya Pak. krn kuburan bukan utk tempat sujut tapi sujud baiknya di Masjid,” kata Kyai Cholil dalam akun Twitter @cholilnafis, Sabtu (5/5/2018).
Sementara itu dalam video yang viral disertai juga ceramah Ustadz Abdul Shomad (UAS) yang notabene seorang Ustadz paling didengar oleh pendukung Prabowo. “Janganlah kamu sujud ke kubur” Tegas UAS sambil mengutip sebuah hadist yang bercerita tentang sindirian Nabi SAW buat Bani Israil yang menyembah makam-makam pendeta mereka.
Ustadz Abdurrahman Basalamah juga mengecam orang-orang yang mencalonkan diri dalam pileg, pilkada maupun pilpres dengan niat agar sukses pencalonannya.
“Nah itu tidak bagus maka nanti ada kecenderungan Syirik” tegas Basalamah.
Sehingga melihat Calon Pemimpin hasil “Ijtima’ Ulama” Sujud di kuburan,muncul beberapa pertanyaan:
1) akankah calon pemimpin seperti ini akan memperjuangkan dakwah tauhid dan sunnah?
2) masalah seperti ini yang harus difatwa kan kepada ummat, karena manusia jahil sekali terhadap tauhid. Bukan malah fatwa dan ijtima’ yang kurang urgensitasnya dari masalah ini.
Sementara dibandingkan Presiden Jokowi yang senantiasa menegakkan shalat dimanapun dirinya berkunjung, tentunya senantiasa mendekatkan diri pada Tuhannya.
Sumber : https://bidikdata.com/prilaku-musyrik-capres-prabowo-di-kuburan-tidak-akan-memperjuangkan-dakwah-tauhid-dan-sunnah.html

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Pages