TKN Jokowi Sebut Masih Ada Kelompok yang Ingin Ganti Ideologi Pancasila - Mading Indonesia

Post Top Ad

TKN Jokowi Sebut Masih Ada Kelompok yang Ingin Ganti Ideologi Pancasila

TKN Jokowi Sebut Masih Ada Kelompok yang Ingin Ganti Ideologi Pancasila

Share This
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menilai permasalahan Pancasila dan khilafah masih terjadi di Indonesia. TKN menyebut masih ada kelompok masyarakat yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah.

"Faktanya yang terjadi, banyak bahasa yang mengatakan ini nggak ada (ancaman mengganti ideologi), padahal ada. Kita tahu kondisi lapangan kita gimana," kata jubir TKN Arya Sinulingga dalam diskusi di Resto Ajag Ijig, Jl Juanda, Jakarta Pusat, Kamis, (4/4/2019).

Menurutnya, kelompok itu berada dalam masyarakat kalangan bawah. Arya kemudian menyinggung soal pembubaran ormas yang diduga bertentangan dengan ideologi Pancasila.

"Kita tahu ada ormas yang baru dilarang. Apakah setelah dilarang apa langsung hilang?" ujar Arya.

Untuk diketahui, pemerintah telah membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena mendukung sistem khilafah, yang bertentangan dengan Pancasila. Arya mengatakan ormas yang baru dibubarkan itu memiliki anggota yang cukup banyak dan masih ada di sekitar masyarakat.

"Sekarang ada ormas yang dikatakan pendukung khilafah. Ini jelas baru, orangnya masih ada. Member-nya besar, kalau nggak ada kita lepas dari kondisi akar yang ada. Kalau ada, katakan ada," sebut.

Meski demikian, Arya tetap mengapresiasi para elite dan tokoh nasional yang menegaskan ideologi Pancasila sudah final. Namun, menurutnya, para elite itu tak boleh menutup mata bila masih ada kelompok yang ingin mengganti Pancasila dengan khilafah tersebut.

"Terlepas dari itu, di bawah masih ada. (Masalah) ideologi, di bawah masih ada. Walau pimpinan bilang Pancasila final, oke, clear bagus dong. Tapi yang di atas (elite) harus diselesaikan dong (masalah Pancasila dan khilafah) baik dari 01 atau 02," ujarnya.
(ibh/dkp)
Sumber

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Pages